Kepala MI Muhammadiyah Garongan Perkuat Literasi Digital di Komunitas Belajar SLI, Siapkan Murid Hadapi Dunia Digital
KULON PROGO – Dalam upaya membangun budaya literasi yang menyeluruh di ekosistem pendidikan, Siti Nurhayati, S.Ag., M.Si., Kepala MI Muhammadiyah Garongan ( MIMUHGA), aktif berkontribusi dalam Komunitas Belajar (Kombel) Sekolah Literasi Indonesia (SLI) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini diikuti oleh 39 peserta, termasuk Siti, yang berlangsung secara intensif pada empat hari berbeda: Kamis, Jum’at, Selasa, dan Kamis (9, 10, 21, 23 Oktober 2025).

Bertempat di Ruang Sadewa, Disdikpora Kulon Progo, para peserta yang terdiri dari para praktisi pendidikan berkolaborasi dan bertukar ide untuk membudayakan literasi secara lebih luas, tidak hanya di sekolah, tetapi juga dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
Siti Nurhayati menekankan bahwa literasi adalah ikhtiar fundamental untuk membangun dan meningkatkan kualitas manusia. “Literasi sebagai ikhtiar dalam membangun dan meningkatkan kualitas manusia. Di sekolah, kita dapat mengoptimalkan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar, sehingga diharapkan mampu meningkatkan budaya literasi murid,” ujarnya saat diwawancarai.
Dalam komunitas belajar tersebut, para peserta tidak hanya berfokus pada literasi baca-tulis konvensional. Mereka secara aktif berbagi gagasan untuk meningkatkan kecakapan literasi secara komprehensif. Hal ini mencakup cara-cara inovatif menumbuhkan minat baca dan menulis, serta yang tak kalah pentingnya adalah penguatan literasi digital.
Siti menjelaskan bahwa sumber ilmu pengetahuan di masa kini telah mengalami pergeseran. “Di masa sekarang sumber keilmuan tidak lagi hanya berasal dari buku. Banyak platform digital yang tersedia memfasilitasi proses belajar anak,” jelasnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, sekolah memiliki peran krusial untuk mengenalkan dan membimbing murid dalam memanfaatkan platform digital tersebut. Tujuannya agar murid tidak mengalami gagap teknologi (digital gap) ketika dunia pendidikan semakin mengharuskan penggunaan asesmen dan pembelajaran berbasis digital.
Kegiatan Kombel SLI ini diselenggarakan oleh Disdikpora Kabupaten Kulon Progo dan diikuti oleh 39 orang peserta dari berbagai satuan pendidikan. Proses belajar berlangsung dalam empat pertemuan pada akhir 2025, dari pagi hingga sore (07.30-16.00 WIB), menandakan komitmen serius untuk mendalami isu literasi.
Melalui kontribusi aktif seperti yang dilakukan Siti Nurhayati, diharapkan tercipta gerakan kolektif untuk memperkuat fondasi literasi dari dasar hingga digital sebagai bantuan bagi murid menghadapi tantangan zaman.( rat/sit)
